Selasa, 14 Maret 2017

(Softskill) Komputasi Modern, Tugas 1


Komputasi Modern
1.      Komputasi Modern

Komputasi Modern merupakan sebuah sistem yang akan menyelesaikan masalah matematis menggunakan komputer dengan cara menyusun algoritma yang dapat dimengerti oleh komputer yang berguna untuk menyelesaikan suatu masalah.  Dalam komputasi modern terdapat perhitungan dan pencarian solusi dari masalah. Perhitungan dari komputasi modern adalah akurasi, kecepatan, problem, volume dan besar kompleksitas.

Salah satu tokoh yang sangat mempengaruhi perkembangan komputasi modern adalah John von Neumann (1903-1957), Beliau adalah ilmuan yang meletakkan dasar-dasar komputer modern.Von Neumann telah menjadi ilmuwan besar abad 21. Von Neumann memberikan berbagai sumbangsih dalam bidang matematika, teori kuantum, game theory, fisika nuklir, dan ilmu komputer  yang di salurkan melalui karya-karyanya . Beliau juga merupakan salah satu ilmuwan yang terkait dalam pembuatan bom atom di Los Alamos pada Perang Dunia II lalu.
Dalam kerjanya komputasi modern menghitung dan mencari solusi dari masalah yang ada, dan perhitungan yang dilakukan itu meliputi:
1. Akurasi
2. Kecepatan
3. Problem Volume Besar
4. Modeling
5. Kompleksitas


2.      Pengertian / Definisi Cloud Computing.

Secara umum, definisi cloud computing (komputasi awan) merupakan gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dalam suatu jaringan dengan pengembangan berbasis internet (awan) yang mempunyai fungsi untuk menjalankan program atau aplikasi melalui komputer – komputer yang terkoneksi pada waktu yang sama. Teknologi komputer berbasis sistem Cloud ini merupakan sebuah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna. Teknologi ini mengizinkan para pengguna untuk menjalankan program tanpa instalasi dan mengizinkan pengguna untuk mengakses data pribadi mereka melalui komputer dengan akses internet.


3.      Software dan aplikasi yang menerapkan cloud computing

A.     Google Drive
Google Drive adalah layanan penyimpanan daring milik Google yang diluncurkan pada 24 April 2012. Layanan ini merupakan ekstensi dari Google Docs dan akan mengganti URL docs.google.com dengan drive.google.com setelah diaktifkan. Google Drive memberikan layanan penyimpanan gratis sebesar 15 GB dan dapat ditambahkan dengan pembayaran tertentu.  Dengan fitur unggulan yang sama seperti Dropbox, yaitu sinkronisasi data melalui folder khusus di dalam desktop atau lebih dikenal dengan Desktop Sync Clients. GDrive memberikan kapasitas gratis sebesar 5 GB dan tentunya fitur-fitur yang terintegrasi dengan layanan Google lainnya seperti: Gmail, G+ dan Google Search. Fitur yang bisa digaris bawahi dari GDrive adalah API’s untuk para Developer. Hingga kini GDrive telah terhubung dengan puluhan aplikasi pihak ketiga

B.      iCloud
iCloud merupakan layanan komputasi awan terbaru yang dipublikasikan oleh Apple Inc. dalam acara Apple Worldwide Developers Conference (WWDC) yang diadakan tanggal 6 Juni 2011 di San Fransisco.iCloud memungkinkan para penggunanya untuk mensinkronisasi data seperti foto, musik, dan dokumen ke dalam iPhone, iPad, iPod Touch, Mac dan komputer secara otomatis pada waktu yang bersamaan. Sehingga pengguna dapat mengaksesnya di mana saja dan kapan saja tanpa perlu mem-back up data secara manual. iCloud merupakan bentuk pengembangan dari trend teknologi terbaru dibidang jaringan yaitu komputasi awan (Inggris:cloud computing)

C.     Salesforce.com
salesforce.com adalah aplikasi Customer Relationship Management (CRM) yang berbasis aplikasi pelayanan atau software as services, dimana kita bisa mengakses aplikasi bisnis berupa kontak, produk, sales tracking, dashboard, dan lain-lain.


4.      Perusahaan yang menerapkan Cloud Computing

Profil Perusahaan PT Telekomunikasi Seluler(Telkomsel)

Adalah operator telekomunikasi seluler GSM pertama di Indonesia dengan layanan pascabayar kartuHALO yang diluncurkan pada tanggal 26 Mei 1995. Saham Telkomsel dimiliki oleh Telkom Indonesia sebesar 65% dan sisanya oleh singtel sebesar 35%. Telkomsel menjadi operator seluler pertama di Asia yang menawarkan layanan GSM prabayar.
Telkomsel mengklaim sebagai operator telekomunikasi seluler terbesar di Indonesia dengan 81,644 juta pelanggan per 31 Desember 2007 dan pangsa pasar sebesar 51% per 1 Januari 2007. Jaringan Telkomsel telah mencakup 288 jaringan roaming internasional di 155 negara pada akhir tahun 2007. Telkomsel telah menjadi operator seluler ketujuh di dunia yang mempunyai lebih dari 100 juta pelanggan dalam satu negara per Mei 2011. Saat ini Telkomsel menggelar lebih dari 84.000 BTS yang menjangkau sekitar 98% wilayah populasi di Indonesia. Sebagai operator selular nomor 6 terbesar di dunia dalam hal jumlah pelanggan, Telkomsel merupakan pemimpin pasar industri telekomunikasi di Indonesia yang kini dipercaya melayani lebih dari 139 juta pelanggan pada tahun 2014. Dalam upaya memandu perkembangan industri telekomunikasi selular di Indonesia memasuki era baru layanan mobile broadband, Telkomsel secara konsisten mengimplementasikan roadmap teknologi 3G, HSDPA, HSPA+, serta uji coba teknologi Long Term Evolution (LTE). Kini Telkomsel mengembangkan jaringan broadband di 100 kota besar di Indonesia. Untuk membantu pelayanan kebutuhan pelanggan, Telkomsel kini didukung akses call center 24 jam dan 430 pusat layanan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Telkomsel memiliki tiga produk GSM, yaitu simPATI (prabayar), Kartu AS (prabayar), dan kartuHALO (pascabayar). Selain itu, Telkomsel juga memiliki layanan internet nirkabel lewat jaringan telepon seluler, yaitu Telkomsel Flash. 




Senin, 16 Januari 2017

Review: Jurnal Pengantar Bisnis Informatika

Review: Jurnal Pengantar Bisnis Informatika

 
 
ANALISIS DETERMINAN SISTEM INFORMASI E-TICKETING : PENDEKATAN EXTENDED THEORY OF PLANNED BEHAVIOUR
Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Teknologi Informasi
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) merupakan suatu kerangka pengkoordinasian sumber data untuk mengkonversi input berupa data ekonomik menjadi keluaran berupa informasi keuangan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan suatu entitas dan menyediakan informasi akuntansi bagi pihak-pihak yang berkepentingan (Wilkinson, 2000).
Wayan (2011) berpendapat sistem informasi akuntansi berbasis teknologi adalah sistem informasi akuntansi yang sudah menggunakan teknologi komputer dalam pemrosesan transaksi. Artha (2011) menyebutkan bahwa sistem informasi akuntansi berbasis teknologi merupakan suatu sistem yang dapat membantu untuk membuat, mengubah, menyimpan, mengkomunikasikan dan menyebarkan informasi yang berkenaan dengan akuntansi.

Theory Of Planned Behaviour (TPB)
The theory of planned behavior (TPB) memiliki kelebihan dari teori pendahulunya Theory of Reasoned Action (TRA) yaitu kemampuan teori perilaku rencanaan dalam menganalisis suatu situasi di saat individu-individu tidak memiliki kontrol sendiri terhadap apa yang mereka lakukan.
Berdasarkan uraian di atas disimpulkan:
  • H1: Sikap berpengaruh terhadap minat penggunaan sistem informasi e-ticketing.
Minat
Minat untuk menggunakan sistem merupakan indikator yang layak untuk mengukur
penggunaan sistem dimasa datang (Jackson et al., 1997). Minat diartikan sebagai kehendak,
keinginan atau kesukaan (Kamisa, 1997). Minat adalah sesuatu yang pribadi dan
berhubungan erat dengan sikap. Minat dan sikap merupakan dasar bagi prasangka, dan minat
juga penting dalam mengambil keputusan. Minat merupakan sumber motivasi yang
mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan bila mereka bebas memilih
(Hurlock, 1995).
Sikap
Sikap terhadap perilaku didefinisikan oleh Davis et al. (1989) sebagai perasaan positif
atau negatif seseorang jika harus melakukan perilaku yang akan ditentukan. Sikap
didefinisikan sebagai tingkat evaluasi diri saat seseorang merasa menguntungkan atau tidak
menguntungkan saat penilaian terhadap perilaku yang dimaksud (Ajzen,1991). George
(2004) menunjukkan bahwa persepsi sikap mempunyai pengaruh positif terhadap minat
diadopsinya sistem e-ticketing. Penelitian tersebut konsisten dengan penelitian penelitian
yang dilakukan oleh Abadi dan Gharibpoor (2012) yang meneliti tentang sikap dan minat
pengguna untuk menggunakan e-service.
  • H2: Norma subjektif (Subjective Norm) berpengaruh terhadap minat penggunaan sistem informasi e-ticketing.
Norma Subjektif
Norma-norma subjektif didefenisikan sebagai persepsi atau pandangan seseorang
terhadap kepercayaan-kepercayaan orang lain yang akan mempengaruhi minat untuk
melakukan atau tidak melakukan perilaku yang sedang dipertimbangkan (Jogiyanto, 2007).
Dengan menggunakan The Theory of Planed Behaviour (TPB), norma subjektif didefinisikan
sebagai tekanan sosial individu melakukan atau tidak melakukan perilaku (Ajzen, 1991).
Norma subjektif menurut Havelka (2004) adalah persepsi seseorang mengenai tekanan sosial
untuk melakukan atau tidak melakukan perilaku mengenai hubungan yang penting.
  • H3: Kontrol perilaku persepsian (Perceived Behavioral Control) berpengaruh terhadap minat penggunaan sistem informasi e-ticketing.
Kontrol Perilaku Persepsian
Kontrol perilaku persepsian didefinisikan oleh Ajzen (1991) sebagai kemudahan atau
kesulitan persepsian untuk melakukan perilaku. Pengaruh kontrol perilaku yang dirasakan
terhadap minat untuk berbelanja online dan perilaku belanja yang sebenarnya telah banyak
dipertimbangkan dalam bidang konsumen online perilaku. Hasil penelitian Manzari (2008)
menunjukkan bahwa kontrol perilaku persepsian berpengaruh secara signifikan terhadap
minat digunakannya sistem e-ticketing. Hasil penelitian tersebut mendukung penelitian
George (2004) yang meneliti tentang hubungan antara theory of planned behaviour (TPB)
dan pembelian melalui internet.
  • H4: Kepercayaan (Trust) berpengaruh terhadap minat penggunaan sistem informasi e-ticketing.
Kepercayaan
Kepercayaan mengacu pada keyakinan seseorang dalam harapan menguntungkannya
dari apa yang orang lain akan lakukan, berbasis, dalam banyak kasus, interaksi sebelumnya
(Gefen, 2000). Kepercayaan adalah suatu faktor kritis dalam stimulant transaksi secara
online. Banyak konsumen tidak cukup mempercayai situs yang ada untuk memberikan
informasi pribadi mereka, dalam rangka melakukan transaksi (Hoffman et al., 1999).
  • H5: Keyakinan diri (self efficacy) berpengaruh terhadap minat penggunaan sistem informasi e-ticketing.
Keyakinan Diri
Keyakinan sendiri (self efficacy) merupakan kepercayaan yang dimiliki seseorang
mengenai kemampuannya melakukan perilaku tertentu. Dalam teori kognitif sosial (Bandura,
1997) self-efficacy adalah bentuk evaluasi diri yang mempengaruhi keputusan tentang
perilaku apa untuk melakukan itu, jumlah usaha dan ketekunan dikemukakan ketika
dihadapkan dengan rintangan, dan akhirnya, penguasaan perilaku.

E-ticketing
E-ticketing atau electronic ticketing adalah suatu cara untuk mendokumentasikan proses penjualan dari aktifitas perjalanan pelanggan tanpa harus mengeluarkan dokumen berharga secara fisik ataupun paper tiket.

Metode Penelitian
Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah penumpang pesawat kawasan Bandara Udara Internasional Juanda Surabaya baik yang akan melakukan penerbangan ataupun yang telah melakukan penerbangan dalam rute domestik maupun internasional yang pernah menggunakan sistem e-ticketing. Dipilihnya penumpang pesawat kawasan Bandara Udara Internasional Juanda Surabaya sebagai populasi dikarenakan penumpang tersebut berpotensi sebagai wisatawan yang sering melakukan penerbangan dan pernah menggunakan sistem eticketing.
Jumlah populasi dalam penelitian ini tidak diketahui secara pasti. Oleh sebab itu, peneliti melakukan suatu cara dalam penentuan jumlah sampel yaitu dengan mengambil 30 – 500 responden dengan cara menyebar 230 kuesioner.
Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik purposive sampling menurut Sugiyono (2008) adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Survey adalah metoda pengumpulan data primer dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada responden individu.
Penelitian ini menggunakan dua jenis variabel yaitu variabel dependen dan variabel independen.
Dalam kegiatan pengumpulan data , peneliti melakukan beberapa langkah. Pertama, peneliti menyebar kuesioner dengan dua cara, yaitu secara langsung dan melalui e-mail.
Pengujian hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian ini menggunakan bantuan Partial Least Squares (PLS) yang merupakan statistika multivariate yang melakukan pembandingan antara variabel dependen berganda dan variabel independen berganda.
Analisis Data dan Hasil Penelitian
Dari hasil survey dan data data yang didapat, diperoleh hasil sebagai berikut:
  • Hipotesis 1
Hipotesis 1 menyakatan bahwa konstruk persepsi sikap (attitude) berpengaruh terhadap minat penggunaan sistem informasi e-ticketing.
  • Hipotesis 2
Hipotesis 2 menyatakan bahwa konstruk persepsi norma subjektif (subjective norm) berpengaruh terhadap minat penggunaan sistem informasi e-ticketing.
  • Hipotesis 3
Hipotesis 3 menyakatan bahwa konstruk kontrol perilaku persepsian (perceived behavioral control) berpengaruh terhadap minat penggunaan sistem informasi e-ticketing.
  • . Hipotesis 4
Hipotesis 4 menyatakan bahwa faktor kepercayaan (Trust) berpengaruh terhadap minat penggunaan sistem informasi e-ticketing.
Kesimpulan
E-ticketing dapat mendokumentasikan proses penjualan dari aktifitas perjalanan pelanggan tanpa harus mengeluarkan dokumen berharga secara fisik ataupun paper tiket. Studi ini menguji konstruk Theory of Planned Behaviour (TPB) dengan menggunakan sikap, norma subjektif, kontrol perilaku persepsian, dan keyakinan diri sebagai variabelnya.
Dalam Theory of Planned Behavior (TPB), minat dipengaruhi oleh sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku persepsian. Hasil pada penelitian menunjukkan bahwa minat dipengaruhi oleh sikap (attitude) kontrol perilaku persepsian (perceived behavioral control).
Kedua variabel tersebut menunjukkan adanya hubungan positif antara kontrol perilaku persepsian dan sikap terhadap minat penggunaan sistem e-ticketing. Dalam penelitian ini sikap mempunyai pengaruh yang paling besar terhadap minat penggunaan sistem e-ticketing.
Norma subjektif (Subjective Norm) dan kepercayaan (Trust) tidak berpengaruh terhadap minat. Hasil ini konsisten dengan hasil studi beberapa peneliti lain yaitu Dehbashi (2007) serta penelitian dari Zailani et al. (2008), George (2004) dan Lin (2005).

http://www.jimfeb.ub.ac.id/index.php/jimfeb/article/download/229/181
http://pradinels.over-blog.com/2015/10/review-jurnal-pengantar-bisnis-informatika.html
http://komputer123456.blogspot.co.id/2015/10/review-jurnal-informatika.html
http://yogayps.blogspot.co.id/2015/10/review-jurnal-pengantar-bisnis-informatika.html

Minggu, 09 Oktober 2016

Mencari Informasi Peluang Usaha Dalam Bidang TI



Mencari Informasi Peluang Usaha Dalam Bidang TI

 

Teknologi informasi sangatlah bermanfaat dalam membantu pekerjaan manusia yaitu untuk memperoleh informasi, berkomunikasi, dan memenuhi keperluan bisnis. Perkembangan teknologi sekarang ini telah banyak kemajuan yang sangat pesat.
Persaingan yang keras dalam dunia bisnis tentunya sangat membutuhkan suatu perusahaan yang dapat menangani akan hal  itu diberbagai situasi yang menantang yang menjadi topik utama pembahasan ini. Peluang usaha memungkinkan dalam beberapa jenis usaha yang dapat ditentukan oleh kebiasaan (hobi), hobi yang di miliki seseorang dapat dikembangkan dengan beberapa inovasi  dan kreativitas sehingga menciptakan peluang usaha yang dapat dipromosikan dan dapat dikembangakan menjadi lebih baik.

Mencari informasi peluang usaha bidang TI

Informasi sangat penting dalam mencari peluang-peluang yang ingin kita ketahui sebagai wahana keterbukaan kita kepada bermacam-macam berita yang ada di lingkungan kita. Banyak informasi yang sering terabaikan, hal ini disebabkan oleh kekurangmampuan kita dalam mengenali dan menggali peluang-peluang yang ada. Banyak sumber untuk memperoleh informasi, dari mulai media cetak sampai pada media elektronik. Semakin lengkap sumber-sumber informasi yang ada tentu semakin mempermudah kita untuk memperoleh informasi mengenai peluang berbisnis. Kecanggihan teknologi dan sumber informasi yang banyak seperti majalah, koran dan televisi dan lainnya. Media-media informasi itu harus kita manfaatkan secara maksimal agar timbal balik manfaat yang ada mengarah kepada kita sebagai pencari informasi terutama informasi peluang bisnis. 
Berikut beberapa tips dalam mencari informasi peluang usaha :

  • ·         Informasi tentang kepribadian dan kemampuan dirinya
  • ·         Peluang yang dapat diraih
  • ·         Kebutuhan dan keinginan konsumen
  • ·         Lingkungan yang dihadapi
  • ·         Situasi persaingan 



Tahapan Pengembangan Usaha

Dalam melakukan kegiatan pengembangan usaha, seorang  wirausahawan pada umumnya akan melakukan pengembangan kegiatan usaha tersebut melalui tahap – tahap pengembangan usaha sebagai berikut :

1. Memiliki ide usaha
Awal usaha seorang wirausahawan berasal dari suatu ide usaha. Ide usaha yang dimiliki seorang wirausahawan dapat berasal dari berbagai sumber. Ide usaha dapat muncul setelah melihat keberhasilan bisnis orang lain (pengamatan). Selain itu ide usaha juga dapat timbul karena adanya sense of business yang kuat dari seorang wirausahawan.

2. Penaringan ide/Konsep usaha
Wirausahawan akan menterjemahkan ide usaha tersebut ke dalam konsep usaha yang merupakan penerjemah lebih lanjut ide usaha ke dalam matra – matra bisnis yang lebih spesifik. Penyaringan ide – ide usaha tersebut akan dilakukan melalui suatu aktivitas penilaian kelayakan ide usaha secara formal maupun yang dilakukan secara informal.

3. Pengembangan Rencana Usaha
Wirausahawan adalah orang yang melakukan penggunaan sumber daya ekonomi untuk memperoleh keuntungan. Dengan demikian komponen utama dari perencanaan usaha yang akan dikembangkan oleh seorang wirausahawan adalah perhitungan proyeksi rugi – laba dari bisnis yang dijalankan. Proyeksi rugi – laba merupakan muara dari berbagai komponen perencanaan bisnis lainnya yaitu perencanaan bisnis yang bersifat operasional. Dalam menyusun rencana usaha, harus segera ditambahkan bahwa para wirausahaan memiliki perbedaan yang mencolok dalam membuat rincian rencana usaha.

4. Implementasi rencana usaha dan pengendalian usaha
Rencana usaha yang telah dibuat baik secara rinci maupun global, tertulis maupun tidak tertulis selanjutkan akan diimplementasikan dalam pelaksanaan usaha. Rencana usaha akan menjadi panduan bagi pelaksanaan usaha yang akan dilakukan seorang wirausahawan. Dalam kegiatan implementasi rencana usaha, seorang wirausahawan akan mengerahkan berbagai sumber daya yang dibutuhkan seperti modal, material dan tenaga kerja untuk menjalankan kegiatan usaha.

SUMBER

Selasa, 26 April 2016

Texturing Pada Kotak Kayu



TEXTURING PADA KOTAK KAYU


TUGAS MEMBUAT TEXTURE GRAFKOM 2

KELAS 3IA17
Nama Kelompok :
Achdiyat Kusuma    (50413073)
Ilham Wicaksono    (54413290)
Levana Dianova     (54413968)
Malik Abdul Aziz      (55413249)
Nana Akbar            (56413315)


Membuat texture dengan menggunakan aplikasi blender
Kali ini kita akan membuat kotak kayu yang lebih realistis seperti gambar dibawah ini



Buka blender


Tambahkan texture seperti ini






Buat dua layer dan lakukan unwrap pada cubenya dan lakukan pada semua sisi
 



Setelah semua sisi di unwrap maka hasilnya akan seperti ini






Sekarang kita tinggal atur kameranya dan selesai….